***

<FONT FACE="georgia" color="WHITE"> ...selamat membaca...semoga bermanfaat...

Wednesday, 29 June 2011

Bangunan Pantai



even i ever wrote about coastal building, i want to complete it again, even just a 'copas' file.. so thankyou for the writer before @ http://gilang21.webs.com/apps/blog/show/2870664

Konstruksi Pelindung Pantai
Penanggulangan Masalah Pantai; Salah satu dari masalah yang ada di daerah pantai adalah erosi pantai. Erosi pantai dapat menimbulkan kerugian sangat besar dengan rusaknya kawasan pemukiman dan fasilitas-fasilitas yang ada didaerah tersebut.
Untuk menanggulangi erosi pantai, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab terjadinya erosi. Dengan mengetahui penyebabnya, selanjutnyadapat ditentukan cara penanggulangannya, yang biasanya adalah dengan membuat bangunan pelindung pantai atau menambah suplai sedimen.
Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pantai, yaitu

Memperkuat/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang.
Mengubah laju pengiriman sedimen sepanjang pantai.
Mengurangi energi gelombang yang sampai ke pantai.
Reklamasi dengan menambah Suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain.

Jenis Bangunan Pantai. Sesuai dengan fungsinya seperti tersebut di atas bangunan pantai dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu :

    1. Kontruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai.
    2. Kontruksi yang dibangun kira-kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai.
    3. Kontruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai.

Menurut bentuknya bangunan pantai dapat dibedakan menjadi bangunan sisi miring dan sisi tegak. Termasuk dalam kelompok pertama adalah bangunan dari tumpukan batu yang bagian luarnya diberi lapis pelindung yang terbuat dari batu-batuukuran besar, balok beton, atau batu buatan dari beton dengan bentuk khusus seperti tetrapod, quadripod, tribar, dolos dan sebagainya. Lapis pelindung ini harus mampu menahan serangan gelombang. Sedangkan yang termasuk dalam tipe kedua adalah dinding turap baja atau beton dan sebagainya.
Tipe bangunan pantai yang digunakan biasanya ditentukan oleh ketersediaan material di dekat lokasi pekerjaan, kondisi dasar laut, kedalaman air, danketersediaan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan. Batu adalah salah satubahan utama yang digunakan untuk membuat bangunan. Mengingat jumlah yangdiperlukan sangat besar maka ketersediaan batu disekitar lokasi pekerjaan harus diperhatikan. Faktor penting lainnya adalah karakteristik dasar laut yang mendukung bangunan tersebut dibawah pengaruh gelombang. Tanah dasar (pondasi bangunan) harus mempunyai daya dukung yang cukup sehingga stabilitas bangunandapat terjamin. Pada pantai dengan tanah dasar lunak, dimana daya dukung tanah kecil, maka konstruksi harus dibuat ringan (memperkecil dimensi) atau memperlebar dasar sehingga bangunan berbentuk trapesium (sisi miring) yang terbuat dari tumpukan batu atau balok beton. Bangunan berbentuk trapesium mempunyai luas alas besar sehingga tekanan yang ditimbulkan oleh berat bangunan kecil. Apabila daya dukung tanah besar maka dapat digunakan pemecah gelombang sisi tegak. Bangunan ini dapat dibuat dari kubus beton atau balok beton yangditumpuk. Seiring dijumpai tanah dasar sangat lunak sehingga tidak mampu mendukung beban diatasnya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukanperbaikan tanah dasar dengan mengeruk tanah lunak tersebut dan menggantinyadengan pasir, atau dengan memancang terucuk bambu yang akan berfungsi sebagai pondasi.

Dinding Pantai Revetmen
Dinding pantai atau revetmen adalah bangunan yang memisahkan daratan danperairan pantai, yang terutama berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap erosi dan limpasan gelombang (overtopping) ke darat. Daerah yang dilindungi adalah daratan tepat di belakang bangunan. Permukaan bangunan yang menghadaparah datangnya gelombang dapat berupa sisi vertikal atau miring. Dinding pantaibiasanya berbentuk dinding vertikal, sedangkan revetmen mempunyai sisi miring.Bangunan ini ditempatkan sejajar atau hampir sejajar dengan garis pantai, danbisa terbuat dari pasangan batu, beton, tumpukan pipa beton, turap, kayu atautumpukan batu.
Dalam perencanaan dinding pantai atau revetmen perlu ditinjau fungsi dan bentuk bangunan, lokasi, panjang, tinggi stabilitas bangunan dan tanah pondasi,elevasi muka air baik di depan maupun di belakang bangunan, ketersediaan bahanbangunan, dan sebagainya.
Fungsi bangunan akan menentukan pemilihan bentuk. Permukaan bangunan dapat berbentuk sisi tegak, miring, lengkung atau bertangga. Bangunan sisi tegakdapat juga digunakan sebagai dermaga atau tempat penambatan kapal, Tetapi sisitegak kurang efektif terhadap serangan gelombang, terutama terhadap limpasandibanding dengan bentuk lengkung (konkaf). Pemakaian sisi tegak dapat mengakibatkan erosi yang cukup besar apabila kaki atau dasar bangunan berada diair dangkal.
Gelombang yang pecah menghantam dinding akan membelokkan energi keatas dan kebawah. Gelombang datang mulai pecah di depan dinding vertikal, dan terjadi benturan dengan muka gelombang hampir vertikal. Tumbukan tersebut menyebabkan masa air bergerak keatas dan kebawah. Komponen ke bawah menimbulkan arus yangdapat mengerosi material dasar di depan bangunan. Untuk mencegah erosi tersebut diperlukan perlindungan di dasar bangunan yang berupa batu dengan ukuran dan gradasi tertentu. Untuk mencegah keluarnya butir-butir tanah halus melalui sela-sela batuan yang dapat berakibat terjadinya penurunan bangunan, pada dasar pondasi diberi lapis geotekstil. Sisi miring dan kasar dapat menghancurkan dan menyerap energi gelombang, mengurangi kenaikan gelombang (wave run up),limpasan gelombang dan erosi dasar. Bangunan dengan sisi lengkung konkaf adalah yang paling efektif untuk mengurangi limpasan gelombang. Apabila puncak bangunan digunakan untuk jalan atau maksud yang lain, bentuk ini merupakan yang paling baik untuk perlindungan puncak bangunan.


Groin
Groin adalah bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai, dan berfungsi untuk menahan pengiriman sedimen sepanjang pantai,sehingga bisa mengurangi/menghentikan erosi yang terjadi. Bangunan ini juga bisa digunakan untuk menahan masuknya pengiriman sedimen sepanjang pantai ke pelabuhan atau muara sungai.
Groin hanya bisa menahan pengiriman sedimen sepanjang pantai dalam disepanjang pantai terjadi pengiriman sedimen sepanjang pantai. Groin yang ditempatkan dipantai akan menahan gerak sedimen tersebut, sehingga sedimen mengendap disisisebelah hulu (terhadap arah pengiriman sedimen sepanjang pantai). Di sebelahhilir groin angkutan sedimen masih tetap terjadi, sementara suplai dari sebelah hulu terhalang oleh bangunan, akibatnya daerah di hilir groin mengalami difisit sedimen sehingga pantai mengalami erosi. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yang akan terus berlangsung sampai dicapai suatu keseimbangan baru. Keseimbangan baru tersebut tercapai pada saat sudut yang dibentuk oleh gelombang pecah terhadap garis pantai baru adalah nol,dimana tidak terjadi angkutan sedimen sepanjang pantai.


Jetty
Jetty adalah sebuah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan pada kedua sisimuara sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimenpantai. Pada penggunaan muara sungai sebagai alur pelayaran, pengendapan dimuara dapat mengganggu lalu lintas kapal. Untuk keperluan tersebut jetty harus panjang sampai ujungnya berada di luar gelombang pecah. Dengan jetty panjang pengiriman sedimen
Jetty juga dapat digunakan untuk mencegah pendangkalan di muara, dalamkaitannya dengan pengendalian banjir. Sungai-sungai yang bermuara pada pantai berpasir dengan gelombang cukup besar sering mengalami penyumbatan muara oleh endapan pasir. Karena pengaruh gelombang dan angin, endapan pasir terbentuk dimuara. Pengiriman sedimen sepanjang pantai juga sangat berpengaruh terhadap pembentukkan endapan tersebut. Pasir yang melintas di depan muara akan terdorong oleh gelombang masuk ke muara dan kemudian diendapkan. Endapan yang sangat besar dapat menyebabkan tersumbatnya muara sungai. Penutupan tersebut terjadi padamusim kemarau dimana debit sungai kecil sehingga tidak mampu mengerosi endapan.Penutupan muara tersebut dapat menyebabkan terjadinya banjir di daerah sebelah hulu muara. Pada musim penghujan air banjir dapat mengerosi endapan sehingga sedikit demi sedikit muara sungai terbuka kembali. Selama proses penutupan dan pembukaan kembali tersebut biasanya disertai dengan membeloknya muara sungai dalam arah yang sama dengan arah pengiriman sedimen sepanjang pantai. Jettydapat digunakan untuk menanggulangi masalah tersebut.
Mengingat fungsinya hanya untuk penanggulangan banjir, maka dapat digunakan salah satu dari bangunan berikut, yaitu jetty panjang, jetty sedang atau jetty pendek. Jetty panjang apabila ujungnya berada di luar gelombang pecah. Tipe iniefektif untuk menghalangi masuknya sedimen ke muara, tetapi biaya kontruksisangat mahal, sehingga kalau fungsinya hanya untuk penanggulangan banjir pemakaian jetty tersebut tidak ekonomis. Kecuali apabila daerah yang harus dilindungi terhadap banjir sangat penting. Jetty sedang, dimana ujungnya berada antara muka air surut dan lokasi gelombang pecah, dapat menahan sebagianpengiriman sedimen sepanjang pantai. Alur diujung jetty masih memungkinkan terjadinya endapan pasir. Pada jetty pendek, kaki ujung bangunan berada padamuka air surut. Fungsi utama bangunan ini adalah menahan berbeloknya muara sungai dan mengkonsentrasikan aliran ada alur yang telah ditetapkan untuk bisa mengerosi endapan, sehingga pada awal musim pasang hujan dimana debit besar(banjir) belum terjadi, muara sungai telah terbuka.


Pemecah Gelombang (Break Water).
Seperti telah dijelaskan di depan bahwa pcmecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, sedangkan tipekedua untuk perlindungan pantai terhadap erosi. Secara umum kondisi perencanaan kedua tipe adalah sama, hanya pada tipe pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di beberapa lokasi di sepanjang pemecah gelombang, seperti halnya pada perencanaan groin dan jetty. Selanjutnya dalam bagian ini tinjauan lebih difokuskan pada pemecah gelombang lepas pantai.
Pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai danberada pada jarak tertentu dari garis pantai. Bangunan ini direncanakan untuk melindungi pantai yang terletak dibelakangnya dan serangan gelombang.Tergantung pada panjang pantai yang dilindungi, pemecah gelombang lepas pantaidapat dibuat dari satu pemecah gelombang atau suatu seri bangunan yang terdiridari beberapa ruas pemecah gelombang yang dipisahkan oleh celah.
Perlindungan oleh pemecahan gelombang lepas pantai terjadi karena berkurangnya energi gelombang yang sampai di perairan di belakang bangunan. Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung akan mengurangi pengiriman sedimen didaerah tersebut. Pengiriman sedimen sepanjang pantai yang berasal dari daerah di sekitarnya akan diendapkan dibelakang bangunan. Pengendapan tersebut menyebabkan terbentuknya cuspate. Apabila bangunan ini cukup panjang terhadap jaraknya dari garis pantai, maka akan terbentuk tombolo.
Pengaruh pemecah gelombang lepas pantai terhadap perubahan bentuk garis pantai dapat dijelaskan sebagai berikut ini. Apabila garis puncak gelombang pecah sejajar dengan garis pantai asli, terjadi difraksi di daerah terlindung dibelakang bangunan, di mana garis puncak gelombang membelok dan berbentuk busur lingkaran. Perambatan gelombang yang terdifraksi tersebut disertai dengan angkutan sedimen menuju ke daerah terlindung dan diendapkan di perairan dibelakang bangunan.
Penambahan Suplai Pasir di Pantai (Sand Nourishment). Pantai berpasir mempunyaikemampuan perlindungan alami terhadap serangan gelombang dan arus. Perlindungan tersebut berupa kemiringan dasar pantai di daerah nearshore yang menyebabkan gelombang pecah di lepas pantai, dan kemudian energinya dihancurkan selamadalam penjalaran menuju garis pantai di surf zone. Dalam proses pecahnya gelombang tersebut sering terbentuk offshore bar di ujung luar surf zone yang dapat berfungsi sebagai penghalang gelombang yang datang (menyebabkan gelombangpecah).
Erosi pantai terjadi apabila di suatu pantai yang ditinjau terdapat kekurangansuplai pasir. Stabilisasi pantai dapat dilakukan dengan penambahan suplay pasirke daerah tersebut. Apabila pantai mengalami erosi secara terus menerus, maka penambahan pasir tersebut perlu dilakukan secara berkala, dengan laju sama dengan kehilangan pasir yang disebabkan oleh erosi.
Untuk mencegah hilangnya pasir yang ditimbun di ruas pantai karena terangkut oleh arus sepanjang pantai, sering dibuat sistem groin. Dengan adanya grointersebut, pasir yang ditimbun akan tertahan dalam ruas-ruas pantai di dalam sistem groin. Tetapi perlu dipikirkan pula bahwa pembuatan groin tersebut dapat menghalangi suplay sedimen ke daerah hilir, yang dapat menimbulkan permasalahan baru di daerah tersebut.

Memasang karang Buatan
Karang buatan yang dikembangkan pertama kali di Selandia Baru mulai tahun 1996,energi gelombang akan berkurang sampai 70 persen ketika sampai di pantai.Pembangunan konstruksi di bawah laut itu juga memungkinkan tumbuhnya terumbu karang baru.

Kubus Beton Tumpuk
Terlepas garis pantai terlindungi atau tidak, upaya menghentikan terjadinyaabrasi secara terus menerus perlu dilakukan langkah-langkah penanggulangannya.Terdapat banyak metode dalam penanggulangan abrasi namun prinsip pokok penanggulangannya adalah memecah gelombang atau meredam energi gelombang yangterjadi.
Untuk mendapatkan type pemecah/peredam energi gelombang yang efektif perlu dilakukan pengkajian yang mendalam terhadap :

  1 Sifat dari pada karakteristik dan tinggi gelombang 
   2. Kondisi tanah
   3. Pasang surut Bathimetry dan gradient pantai
   4. Memperlihatkan kondisi tanah dan fungsi dari pada Breakwater itu sendiri, maka tipe pemecah/peredam energi gelombang ada bermacam-macam dan salah satunya adalah type box-beton (kubus beton), tipe ini memiliki beberapa keuntunganseperti :

Dari segi teknis sangat efektif sebagai peredam energi gelombang Kubus Beton memiliki perbedaan berat jenis sekitar 2,4 kali dari berat jenis air atau sekitar 2,4 ton untuk 1 m3 beton
Dari segi pelaksanaan data dibuat di tempat dan mudah dalam penataan. Bentuk kubus memudahkan kita untuk menata bentuk breakwater sesuai keinginan kita. Kadang breakwater murni kita gunakan sebagai pemecah gelombang namun kita dapat juga menyusunnya hanya untuk mengurangi energi gelombangnya saja dengan bentuk susunan berpori.
Untuk kondisi tertentu dari segi biaya jauh lebih murah. Untuk daerah-daerah yang tidak memiliki tambang kelas C yang menyangkut batu gunung mulai berat 5 kg - 700 kg keputusan untuk menggunakan kubus beton dapat membantu dan mengurangi biaya pengadaan dan mobilisasinya.©
tulisan diatas saya kutip dari tulisan tentang  "MASALAH PANTAI ANCAMAN POTENSIAL TERHADAP KEUTUHAN WILAYAH TELUAR"
Kol Laut (T) Bambang Wahyudin  ;)...
semoga berguna:)....  

aqua marine_^