***

<FONT FACE="georgia" color="WHITE"> ...selamat membaca...semoga bermanfaat...

Sunday, 18 December 2011

ANGIN


2.1.            Angin
Menurut Triatmodjo (1999), angin adalah gerakan udara horisontal, dan gelombang angin yang terjadi akibat adanya transport energi dari angin ke permukaaan laut.
Kecepatan angin adalah besaran vektor tiga dimensi, akan tetapi dapat dianggap sebagai dua dimensi karena pada umumnya komponen vertikal kecepatan angin diabaikan, oleh karena itu, angin dinyatakan dalam besar dan arah atau laju koordinat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin menurut Prawirowardoyo (1996), antara lain:
a.              Gradien barometer
b.              Gaya coriolis
c.              Kekuatan geseran
d.             Kekuatan sentrifugal
Di daerah geostropik yang berada di atas 1.000 m kecepatan angin adalah konstan. Di bawah elevasi 1.000 m terdapat dua daerah yaitu daerah Ekman yang berada pada elevasi 100 m sampai 1.000 m dan daerah di mana tegangan konstan yang berada pada elevasi 10 sampai 100 m. Di kedua elevasi tersebut kecepatan dan arah angin berubah sesuai dengan elevasi, karena adanya gesekan dengan permukaan laut dan perbedaan temperatur antara air dan udara.
Beberapa rumus atau grafik untuk memprediksi gelombang didasarkan pada kecepatan angin yang diukur pada y = 10 m. Apabila angin tidak diukur pada elevasi 10 m, maka kecepatan angin harus dikonversi pada elevasi tersebut dengan persamaan sebagai berikut:
……………………………………………….... (2.1)
Data angin yang digunakan untuk peramalan gelombang adalah data di permukaan laut pada lokasi pembangkitan. Data tersebut dapat diperoleh dari pengukuran langsung di atas permukaan laut atau pengukuran di darat di dekat lokasi peramalan yang kemudian di konversi menjadi data angin di laut. Data angin harus diolah dan disajikan dalam bentuk tabel atau diagram yang disebut dengan mawar angin. Dengan tabel atau mawar angin maka karakteristik angin dapat dibaca dengan cepat.
Data angin dapat diperoleh dari pencatatan di permukaan laut dengan menggunakan kapal yang sedang berlayar atau pengukuran di darat yang biasanya di bandara. Pengukuran data angin di permukaan laut adalah yang paling sesuai untuk peramalan gelombang. Data angin dari pengukuran dengan kapal dikonversi dengan menggunakan persamaan berikut:
………………………………………………………... (2.2)

Us        =          Kecepatan angin yang diukur oleh kapal (knot)
U         =          Kecepatan angin terkoreksi (knot)

Rumus-rumus dan grafik pembangkitan gelombang mengandung variabel UA yaitu faktor tegangan angin (wind-stress factor) yang dapat dihitung dari kecepatan angin dengan persamaan sebagai berikut:
………………………………………………………...   (2.3)

rumusnya cari sendiri yah,,,,, pasti pada pinter2 kan???? ga cuma bisa copas ajaaa.... sitasi pengarah dan tahun jangan lupaaa...
aqua marine_^

Saturday, 3 December 2011

Tips Memilih Baju Pesta Untuk Wanita Muslimah

Muslimah di masa sekarang memiliki kecenderungan baru untuk bergaya. Busana muslimah yang dulu hanya dilirik sebelah mata, saat ini tampil menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Baju- baju muslim tidak hanya terbatas pada model gamis dan abaya, namun meluas pada bentuk-bentuk lainnya.

Kita tentu tahu, kehidupan masyarakat urban tak lepas dari banyaknya undangan untuk menghadiri pesta. Siapa pun, pasti ingin tampil menarik untuk menghormati orang yang mengundang. Asalkan baju tidak menjadi ajang kesombongan, kita dapat memilih model apa saja yang sesuai dengan syariat.


 

Tips Memilih Baju Muslimah Untuk Acara Pesta

· Tentukan jenis pesta yang akan dihadiri. Pesta yang sifatnya outdoor lebih membuka peluang kita untuk tampil dengan busana semiformal dan santai.

· Pilihlah Baju Muslim yang berwarna terang dengan bahan yang menyerap keringat untuk menghadiri pesta di siang hari.

· Baju Muslim dengan warna-warna segar seperti warna hijau atau biru dapat digunakan untuk menghadiri pesta di sore hari dengan tambahan aksen payet atau bordir.

· Gaya baju pesta muslimah yang lebih glamor dapat dipilih untuk menghadiri undangan pesta di malam hari. Tidak perlu terlalu banyak memberi sentuhan payet atau bordir. Cukup mengkreasikannya dengan hiasan-hiasan yang memiliki sentuhan warna-warna emas atau perak.

· Agar bisa dikenakan dalam segala kondisi dengan tampilan bergaya muda, kita bisa memilih motif batik yang telah dikemas dengan gaya modern.

· Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah keserasian warna, motif, dan bentuk antara jilbab yang dikenakan dengan baju pesta. Kita bisa membeli baju pesta yang sudah satu paket dengan jilbab karena itu akan menghemat budget.

· Carilah toko busana atau butik, bahkan disainer, yang sesuai dengan selera. Caranya, lihat produk mereka terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.

Sumber: anneahera.com

 aqua marine_^